Feeds:
Posts
Comments

~ o ~

foto-edu1Komunitas Pendidikan Untuk Semua adalah sebuah komunitas nirlaba yang peduli terhadap pemerataan pendidikan di Indonesia, meski komunitas ini terbilang baru, lahir 18 October 2008, namun relawannya sudah tersebar hampir di seluruh kepulauan di Indonesia. Komunitas ini terbuka bagi siapa saja yang peduli terhadap pendidikan apapun bentuk dan kontribusinya.

~ o ~

tentang komunitasgabungtulisanrenungan |

|  monas 1  |  monas 2  |  Utan Kayu  |  Blogging Share  |

~ o ~

[ Aktivitas Komunitas Daerah ]

~0~

Jakarta BandungMakassar |

JOIN US, to vacation together.

Musim libur sekolah, ngapain ya enaknya? Bagi yang masih sekolah, maupun yang kerja mau ajak adik atau keponakan bahkan anaknya bertamasya. Seru ga sih, kalo kita tamasya bareng???
Minggu, 28 Juni 2009. Tamasya bersama KITA (please visit http://pendidikanuntuksemua.wordpress.com) & SABANA (please visit http://kebuntebu.multiply.com), ke Kebun Binatang Ragunan.

“Yah, hanya kebun binatang, enggak asyik!!”
“Hahahaha, ngapain kesana, nengokin uwak???”

Banyak pendapat yang enggak nyenengin tentang ZOO a.k.a Kebun Binatang,
tapi kalau melewati hari dengan bertamasya disana bersama adik-adik yang (bahkan) untuk sekedar bertamasya, hanya dapat bermain di wilayah sekitar tempat tinggal mereka. Dimana lingkungan tersebut, sangat tidak memenuhi syarat untuk wilayah hunian, hunian padat bahkan.

Terkadang diantara kita, dengan royalnya dan tanpa perhitungan panjang, mengeluarkan sejumlah biaya yang besar demi mendapatkan kenyamanan dan keceriaan dalam liburan kita.
Pernahkah membayangkan, orang-orang yang hanya memikirkan hal tersebutpun tidak sempat, bukan mereka tidak ingin Lho,…

Namun mereka lebih sibuk berfikir,
‘bagaimana caranya besok saya masih dapat bertahan hidup. bagaimana caranya saya masih dapat tidur dengan lelap walau pengap di suatu ruang mungil yang dibangun dari beberapa lembar papan bahkan kardus sekalipun, yang biasa disebut rumah. bagaimana caranya anak, saudara, atau bahkan teman saya dapat menimba ilmu tanpa harus memusingkan betapa mahal biayanya’.

So, walau hanya berbagi tawa dengan mereka. Tidakkah SAHABAT bangga telah berbuat satu hal positif dengan melakukan hal sepele tapi berdampak besar bagi orang lain?? Dengan hanya berbagi tawa, kenangan tersebut akan tertanam seumur hidup dan pebuh syukur oleh adik-adik, sahabat, saduara KITA yang belum tentu memiliki keberuntungan dalam hidup seperti yang KITA miliki,…

INGAT!!
Minggu, 28 Juni 2009.
Kumpul jam 10 pagi di depan pintu masuk Kebun Binatang RAGUNAN, Utara II (dekat shelter Trans Jakarta Busway)

Bagi yang berminat turut serta, dapat konfirmasi ke:
Anata Mc Auliffe di 08568406343 atau 021. 92717282

graphic1

MAKASSAR – Beberapa relawan peduli pendidikan yang tergabung dalam Komunitas KITA Kota Makassar mengadakan pendampingan belajar untuk anak-anak panti asuhan di kecamatan Tamalate Makassar.

Pendampingan belajar tersebut diberikan kepada sekitar dua puluh anak panti asuhan Jannatun Nai’m. Jl. Mamoa 5A no.19 kelurahan Mangasa kecamatan Tamalate Makassar. Kedua puluh anak tersebut masih belajar di tingkat SD hingga SMA.

Pendampingan diberikan secara bergantian oleh para relawan Komunitas Kita Kota Makassar setiap Senin, Rabu dan Jum’at malam. Pelajaran yang diberikan selama pendampingan bervariasi meliputi Bahasa Inggris, Matematika,, Sejarah dan bidang studi lainnya.

Salah seorang relawan Komunitas Kita, Isa, mengatakan, “anak-anak tersebut sangat membutuhkan pendampingan belajar. pemerintah sekarang memberikan standar yang tinggi bagi pelajar Indonesia. Padahal pada kenyataannya kualitas pendidikan yang diberikan di tiap daerah sangat berbeda. Apalagi jika kita mau melihat kualitas dan fasilitas pendidikan pada sekolah-sekolah non favorite.” Isa menambahkan, ”melalui pendampingan langsung seperti inilah kami memberikan sumbangsih kami pada dunia pendidikan negeri ini.

Meskipun kegiatan ini baru dilaksanakan beberapa bulan terakhir, masyarakat sekitar menanggapinya dengan respon yang positif. Antusiasme dan simpati masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini perlu dikembangkan dan digalakkan secara serentak dan bersama.

Kordinator relawan Komunitas KITA Kota Makassar mengatakan bahwa meskipun pendampingan seperti ini memiliki efek yang pendek dan masih jauh dari harapan masyarakat, namun jika para relawan peduli pendidikan, khususnya relawan Komunitas Kita yang sudah mulai tersebar di banyak kota di Indonesia bergerak bersama menumbuhkan kepedulian masyarakat luas terhadap permasalahan pendidikan di Indonesia dan lebih mementingkan sebuah tindakan langsung daripada sekedar mengeluh tanpa solusi, maka pendidikan anak Indonesia akan semakin maju. [ ]

SEJAUH ini, isu pendidikan yang dipandang sudah mencakup makna pengajaran atau kegiatan mendidik diyakini sudah mencakup kegiatan mengajar masih diperdebatkan atau masih patut dipertanyakan. Sesungguhnya manusialah yang menjadi sasaran utama pendidikan, sedangkan ilmu pengetahuan menjadi sasaran utama pengajaran. Manusia dididik untuk menjadi baik, sekaligus diajar untuk menjadi pandai. Seorang guru adalah pendidik dan pengajar. Guru mengajarkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik agar menjadi pandai. Guru juga mendidik peserta didik agar hidup baik menurut kebenaran ilmu yang diajarkan. Dengan kata lain, guru mendidik peserta didiknya untuk menjadi manusia yang baik karena berguna dengan mengajarkan kebenaran ilmu pengetahuan. Selain menjadi baik dan pandai atau menjadi manusia yang bermoral dan cerdas secara rasional, peserta didik juga diajarkan pengertian tentang berbagai jenis skill atau keterampilan dan dididik melalui berbagai latihan agar terampil di dalam menjalani hidup dan mengisi jalan hidupnya di tengah masyarakat dengan keteladanan yang baik (moral) dan benar (rasional). Manusia yang baik, benar, dan terampil diharapkan dapat menghadirkan dirinya secara fungsional untuk semakin menjadi manusia yang memiliki kepribadian sehingga dapat menjadi sumber rahmat bagi sesamanya dan bagi lingkungan hidupnya, termasuk lingkungan budaya dan lingkungan alam yang menopang hidupnya. Acuan dari pendidikan dan pengajaran demikian mengunghkapkan secara jelas tentang betapa pentingnya kualitas pendidikan dan pengajaran sebuah bangsa. Dapat dinyatakan bahwa kekuatan penumbuh kualitas kebudayaan dan peradaban sebuah bangsa atau kualitas sebuah bangsa adalah kualitas pendidikan dan pengajaran. Kualitas sebuah bangsa tercermin pada kepribadian bangsa yang bermuatan nilai-nilai luhur budayanya secara maksimal dan optimal. Nilai-nilai inilah yang difungsikan sebagai kekuatan yang dapat meningkatkan kualitas manusia atau para warga sebuah bangsa yang menerima pengajaran dan pendidikan. Nilai-nilai yang dimaksud adalah semua nilai yang menyebabkan seorang manusia menjadi semakin manusia karena bukan saja pandai dan terampil, melainkan juga baik berdasarkan ketangguhan akhlak dan budi pekertinya. Harus diakui bahwa bangsa kita sedang dalam keadaan terpuruk, terutama dalam bidang kepribadian yang ditentukan oleh moral living style atau gaya hidup moral yang kian jauh dari nilai-nilai luhur bangsa. Gaya hidup yang secara sangat signifikan semakin materialistis, dengan anak kembarnya konsumtivisme dan hedonisme, sedang melanda negeri yang mengalami multikrisis yang belum juga teratasi secara tuntas dan radikal atau teratasi hingga keakar-akar penyebab keterpurukan. Gaya hidup materialistis makin diteguhkan oleh dominasi fundamentalisme pasar yang ditunggangi kekuatan-kekuatan pemilik kapital yang neoliberalistis dalam wujud global corporate conglomarations. Dapat diduga bahwa fundamentalisme pasar ini pulalah yang menjadi salah satu faktor yang turut menggiring arah dan kualitas serta muatan pendidikan dan pengajaran kita. Benarkan dugaan bahwa pendidikan dan pengajaran nasional saat ini cenderung diperuntukkan bagi pemenuhan tuntutan pasar yang sedang dikuasai penuh oleh kaum neoliberalis. Ada baiknya hal ini diwaspadai dengan memperbaiki sistem pendidikan nasional negeri ini dengan kembali diakarkan pada nilai-nilai luhur budaya bangsa.

By. Indra Nugraha

Banyak yang bilang pendidikan adalah investasi yang lama dan mahal harganya. Setidaknya, dari SD sampai menginjak perguruan tinggi, butuh waktu minimal 15 tahun dan dana hingga ratusan juta rupiah. Aku tidak pernah menghitung detail sampai ke sana,.Yang ku tahu, bagi orang yang mau maju, pendidikan merupakan suatu kebutuhan. Sama dengan kebutuhan akan rumah, sandang, dan pangan. Bahkan bagi sebuah keluarga yang menaruh pendidikan sebagai kebutuhan utama, mereka rela mengurangi kualitas rumah, pakaian, bahkan makanan demi memenuhi pendidikan anak-anaknya.
Kesempatan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, seperti kuliah, selalu dinantikan semua orang yang haus akan ilmu. Tapi, ternyata tidak semua orang bisa mendapatkannya. Kuliah masih jadi barang mewah. Karenanya keinginan belajar yang tak terbendung, membuat jiwa yang haus ilmu harus berpikir kreatif di tengah ruang sempit yang ada. Bukan rahasia umum lagi bahwa masuk perguruan tinggi menjadi salah satu biaya yang menguras kantong. Untuk sebuah kondisi ideal, dimana keluarga sudah memiliki perencanaan dan persiapan biaya pendidikan yang baik tentulah hal ini bukan masalah. Tapi bagi seorang keluarga kecil yang berpenghasilan pas-pasan, keinginan anaknya untuk kuliah merupakan sebuah permintaan yang membuat hati orang tua gentar. Alhasil, banyak orang tua yang kemudian mesti berutang demi meluluskan anaknya untuk tetap sekolah. Tulisan diatas merupakan sebuah prolog dari sebuah novel yang sedang ku baca berjudul ” 9 Matahari” karya Adenita.
Membaca prolog nya jadi mengingatkan ku bahwa untuk memperoleh pendidikan yang telah ku tempuh ternyata memang mesti dengan perjuangan dan ternyata aku tak sendiri,,,,, ,,,,,,,,, ,,,,Terimakasih teruntuk Bapakku. Semangat ya!!

By. Astuti

MAHALNYA PENDIDIKAN

Pendidikan…..satu hal yang amat penting untuk semua orang terutama untuk anak-anak penerus bangsa. Akan tetapi pendidikan menjadi barang yang amat mahal bagi anak-anak di negeri kita terutama bagi mereka yang berada dibawah garis kemiskinan.

Padahal, hal pertama yang dapat mengangkat harkat dan martabat suatu bangsa adalah Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Lalu bagaimana bangsa kita dapat memiliki Sumber Daya Manusia yang berkualitas jika untuk mendapatkan pendidikan saja harus membayar dengan harga yang teramat mahal?. Jawabannya merupakan PR buat kita semua.

Potret buram bagi dunia pendidikan bangsa ini sudah terlalu jelas, guru-guru sejati seperti tokoh bu Mus dan pak Arfan yang di gambarkan dalam karyanya Andrea Hirata “Laskar Pelangi” sulit ditemukan bahkan hampir tidak dapat kita temukan lagi dalam kehidupan kita terutama di kota-kota besar seperti di Jakarta. Mereka siap membagi ilmunya jika mendapatkan imbalan yang sesuai. Sering kita lihat demo para guru yang melakukan mogok mengajar karna honor tidak sesuai dengan kebutuhan hidup. Mereka rela meninggalkan anak-anak murid mereka yang telah susah payah berjuang untuk datang ke sekolah demi mendapatkan pendidikan. Satu hari mereka tidak belajar sama dengan mengeringkan satu lautan ilmu bagi mereka.

Jika semua pendidik berjiwa honor lalu siapa yang akan membagi ilmu pada mereka-mereka anak bangsa yang hanya memiliki semangat belajar tanpa memiliki uang.

Sahabat…… marilah sama-sama kita membuat diri kita berarti, berarti untuk orang-orang disekitar kita. Bukankah Agama telah mengajarkan bahwa Manusia yang bermanfaat adalah mereka yang memiliki arti untuk sesamanya. Tidak ada yang lebih menyedihkan selain merasakan diri kita tak berarti buat siapapun bahkan untuk orang terdekat kita..

Kebahagiaan sejati bukanlah kebahagiaan yang datang untuk diri kita sendiri tapi kebahagiaan sejati adalah ketika kita melihat orang lain tertawa bahagia dan menangis bahagia dengan apa yang telah kita perbuat.

Kebahagiaan tidak hanya dapat kita ukur dari materi, yakinlah bahwa sekecil apapun yang kita berikan bagi mereka akan berbuah kebahagiaan yang teramat besar bagi kehidupan kita.

Sahabatku….kita mungkin tidak bisa menjadi guru yang hebat buat mereka tapi kita bisa menjadi guru bagi pribadi kita sendiri.

Mari bersama-sama kita tumbuhkan jiwa peduli pendidikan untuk semua anak bangsa demi terciptanya generasi-generasi negara yang berkualitas.

BERSAMA IKUT MENCERDASKAN BANGSA !

PENDIDIKAN UNTUK SEMUA!!

SALAM PERJUANGAN!

nurin

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.