minggu, 7 Desember 2008
Aku harus berubah
Ketika aku masih muda dan bebas,
imajinasi tidak terbatas,
aku bermimpi mengubah dunia.
…
Lalu, pada saat aku semakin dewasa dan lebih bijaksana,
aku menemukan bahwa dunia tidak mau berubah,
maka, aku pun merendahkan jangkauanku dan memutuskan
untuk mengubah negaraku saja.
tapi, kelihatannya hal ini terlalu berat.
…
Saat aku mulai memasuki usia senja
dalam satu upayaku yang terakhir,
aku bertekad untuk mengubah keluargaku,
yaitu orang-orang terdekat denganku, namun aduh,
sedikitpun mereka tidak mau berubah.
…
Dan kini, saat telah terbaring di ranjang kematianku,
tiba-tiba aku tersadar:
kalau saja aku lebih dahulu mengubah diri sendiri,
maka, dengan contoh itu aku mungkin bisa mengubah keluargaku.
lalu, dari inspirasi dan dorongan mereka,
tentu aku akan mampu menjadikan negaraku lebih baik, dan siapa tahu,
…
Aku mungkin bisa mengubah dunia.
….
Tertulis di atas batu nisan Westminster Abbey, 1100
~ o ~
minggu, 30 October 2008
RESIKO
* Tertawa berarti menghadapi resiko tampak bodoh.
* Menangis berarti menghadapi resiko tampak cengeng.
* Mengulurkan tangan kepada orang lain berarti menghadapi resiko
..menunjukkan diri Anda yang sebenarnya.
* Mengemukakan gagasan-gagasan dan mimpi-mimpi Anda di depan orang
..banyak berarti menghadapi resiko kehilangan gagasan dan impian itu.
* Mencintai berarti menghadapi resiko dibalas dengan penolakan.
* Hidup berarti menghadapi resiko mati.
* Berharap berarti menghadapi resiko kecewa.
* Berusaha berarti menghadapi resiko gagal.
…
Namun, resiko harus diambil sebab bahaya terbesar dalam hidup adalah
tidak menghadapi resiko apa pun.
Orang yang tidak menghadapi resiko apa pun, tidak akan melakukan
apa-apa, tidak punya apa-apa, dan bukan apa-apa.
Dia mungkin bisa menghindari penderitaan dan kesedihan, tetapi dia
sama sekali tidak bisa belajar, merasakan, berubah, berkembang, mencintai,
dan … hidup.
Terbelenggu oleh keyakinannya sendiri, dia justru menjadi budak: dia telah
kehilangan kebebasannya.
Hanya orang yang mau menghadapi resikolah yang bebas. [ ]
~ o ~
minggu, 23 Nov 2008
Oleh: Lao Tsu
Orang yang banyak tahu tentang orang lain
mungkin disebut pandai,
Tapi orang yang bisa memahami dirinya sendiri
itulah orang yang cerdas.
…
Orang yang bisa mengendalikan orang lain
mungkin disebut berkuasa,
Tetapi orang yang bisa menguasai dirinya sendiri
itu jauh lebih perkasa.
~ o ~
minggu, 16 Nov 2008


